|
Siaran Pers TIM Verifikasi Independen “Pembunuhan” David, 31 Juli 2009
1.Menanggapi Menteri Luar Negeri beberapa jam setelah pengumuman sidang koroner, yang mengatakan agar menghormati keputusan persidangan 2.Himbauan bagi segenap rakyat Indonesia.
KAMI TIM VERIFIKASI INDEPENDEN Kasus kematian David Hartanto Widjaja Mahasiswa di Fakultas EEE, Nanyang Technological University, Singapura, yang bekerja mengacu ke elemen jurnalisme, verifikasi dari bahan tertulis dan konfirmasi terus-menerus di lapangan, dengan rendah hati menyampaikan dua hal di atas:
Untuk butir satu:
Pernyataan Deplu melalui Menteri Hasan Wirajuda, sebagaimana dimuat detik.com, antara lain, 29 Juli 2009, sebuah pernyataan keliru dan gegabah, serta mengingkari keindonesiaan, dengan tidak memiliki empati terhadap hilangnya warga anak Indonesia berprestasi di luar negeri.
Alasan kami; bahwa pengadilan menghidangkan saksi, data, fakta yang menyudutkan David bunuh diri. Sekadar mengambil satu poin saja: hingga hari ini laptop David tidak dikembalikan penyidik ke keluarga untuk dilakukan digitak forensuik independen; data-data digital, foto, video, yang dibawa penyidik ke persidangan tanpa memberikan digital fingerprint (hasing data), yang diakui secara ilmiah oleh dunia. Fakta pengadilan, pada satu poin ini saja, terverifikasi berisi kebohongan. Belum pula bentuk luka yang secara forensik patologi, sangat bermasalah.
Kami memahami jika dalam rangka hubungan diplomasi Deplu berbuat netral. Namun Kalimat menghimbau menghormati persidangan yang penuh kebongan, plus pula selalu mencari-cari kesalahan keluarga David, sebagai SIKAP JAUH dari adab memiliki rasa kebangsaan.
Karenanya kami memohon Menlu mencabut pernyataan tersebut, yang seharusnya berupaya membela anak bangsa, justeru sebaliknya, berpernyataan tanpa empati dan verifikasi.
Untuk butir dua:
Karenanya kami menghimbau masayarakat luas, untuk juga mengamati dan mengkritisi kasus ini, dan menjadikan momentum kasus David Hartanto Widjaja ini, sebagai simbol menegakkan kembali keindonesiaan kita, yang ternyata lebih dulu sekan-akan diinjak-injak bangsa sendiri.
Dokumen kasus kematian David, bertebaran di media online, facebook. Bahkan dukungan bantuan dana terkumpul mencapai Rp 300 juta dari publik. Dan segenap upaya mencari lawyer dan sebagainya demi berjuang bagi kepentingan membela keadilan kasus ini menjadi simbol kembalinya kepedulian rakyat bagi sesama anak bangsa. Bagi kembalinya menggugah publik bangkit mengupayakan keadilan.
Karenanya bila hari ini dan ke depan, pihak pemerintah, khususnya Departemen Luar Negeri berkata tanpa melihat fakta dan konten persidangan, adalah sesuatu yang dapat dikatakan mengingkari upaya rakyat Indonesia menegakkan keadilan, mengingkari upaya mencari kebenaran.
Demikian Siran Pers ini kami buat, untuk menjadi perhatian kawan-kawan media khususnya, dan masayarakat pada umumnya.
Terima kasih.
Jakarta, 31 Juli 2009 Narliswandi Piliang Ketua TIM Verifikasi Manggala Wanabakti, Ruang 212, Wing B, Telepon 5746724 Jakarta Pusat Mobile +628128808108, +6591746853z
Sumber : www.remembracedavid.com
|
Comments